Program 100 Hetifah For Bandung


Untuk Bandung Tercinta (part-2)
June 17, 2008, 10:25 am
Filed under: Aspirasi

Teh HetiSebagai orang yang dilahirkan dan menghabiskan sebagian besar hidup di Bandung, saya merasa prihatin melihat adanya penurunan kualitas lingkungan maupun kualitas kehidupan warga Bandung dan tergerak untuk ikut berkontribusi mencari pemecahannya secara cerdas,kreatif dan partisipatif. •Masalah-masalah perkotaan di Bandung tidak bisa dipecahkan hanya dari aspek teknis, tapi juga menuntut adanya kepemimpinan yang kompeten, tanggap, dan peduli. •Tantangan ke depan adalah bagaimana agar berbagai inisiatif dan energi kreatif dan inovatif bisa berkembang di Bandung.•Kualitas kepemimpinan yang dituntut kota Bandung saat ini adalah adanya keseimbangan antara kepedulian, keberanian, dan keahlian sekaligus. Yaitu kepemimpinan yang mau mendengar apa yang diinginkan warganya dan memahami apa yang dibutuhkan kota ini, bisa tegas mengambil keputusan, dan bisa mengajak berbagai pihak untuk bersama menjalankannya. Apa yang seharusnya dilakukan?

•Mencari terobosan dan keluar dari cara berpikir tradisional

•Pemanfaatan best practices dan bad practices   dalam proses perencanaan

•Komitmen bersama dan meminimalkan ego- sektoral

•Stakeholder democracy – pengambilan keputusan secara inklusif

•Membawa pelayanan kepada warga bukan sebaliknya

•Melihat pedagang kaki lima dan sektor informal sebagai aset, bukan masalah

•Memfokuskan pada hasil bukan input dalam penggunaan anggaran daerah Bagaimana caranya?

•Membuka akses terhadap pelayanan dasar dan pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan,   perumahan yang layak, kesempatan berusaha, informasi dan akses internet bagi warga.

•Memecahkan masalah-masalah kemacetan, persampahan, perparkiran, banjir, dan kerusakan lingkungan   secara serius dan inovatif

•Mengembangkan kualitas angkutan umum dan penyediaan fasilitas pedestrian yang nyaman •Menjadikan   Bandung kota yang nyaman dan ramah terhadap perempuan, generasi muda, anak-anak, orang tua   (manula), dan penyandang cacat antara lain dengan menyediakan berbagai fasilitas umum yang khas   sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

•Mengembangkan iklim berusaha yang sehat, memfasilitasi muncul dan berkembangnya usaha-usaha   kreatif, dan meningkatkan daya saing pasar tradisional, pengusaha kecil dan sektor informal melalui   penyediaan layanan perizinan yang mudah, modal dan ruang usaha.

•Mengubah mindset birokrasi untuk menjadi aparat yang tanggap, profesional, dan bisa dipercaya.

•Menstimulasi dan memfasilitasi berbagai inisiatif independen dan ekspresi kelompok-kelompok warga   dengan menyediakan dan memfungsikan sarana olah raga dan kesenian, perpustakaan, dan ruang-ruang   publik seperti taman-taman, ruang terbuka, dan fasilitas kebudayaan.

•Mendayagunakan aset-aset kota termasuk potensi kewirausahaan dan bakat kreativitas warga untuk   kepentingan masyaraka


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>